Pesisir Selatan — Maraknya pemberitaan di Media Online terkait dugaan toko Emas Singgalang menampung hasil dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Nagari Limau Purut, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, wilayah SPTN III Pesisir Selatan, Resor Lunang–Sako, yang merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Ridho pemilik toko Emas Singgalang ketika dikonfirmasi pada Sabtu 28 februari 2026 mengakui dirinya memang membeli emas dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Nagari Limau Purut, Kecamatan Ranah Ampek Hulu.
"Iya saya memang menerima dari beberapa orang kebanyakan dari ibu-ibu yang datang menjual kepada saya tentu saya beli tidak mungkin saya tolak, " ungkapnya
Lebih dikatakan Ridho bahwa dirinya cuma membeli dengan jumlah kecil tidak besar-besaran
"Bukan saya saja yang membeli emas tersebut toko lain juga ada yang membeli saya jumlah sebonci dua bonci saja yang menjual dengan saya" jelas Ridho.

Sementara Yaparudin Mitro Jaya, Ketua Perkumpulan Hijau Bumi Nusantara (PHBN) Sumatera Barat, mengungkapkan, Kawasan yang diduga menjadi titik operasi PETI itu berjarak sekitar 213 kilometer atau kurang lebih empat jam perjalanan darat dari Padang. Secara hukum, TNKS merupakan hutan konservasi yang dilindungi negara dan tertutup bagi segala bentuk aktivitas pertambangan.
“Jika benar aktivitas PETI berlangsung di dalam kawasan TNKS, maka ini bukan persoalan biasa. Dampaknya bukan hanya pada kerusakan hutan, tetapi juga hilangnya fungsi kawasan konservasi yang seharusnya dijaga negara, ” tegas Yaparudin kepada media.
Lebih dikatain Yaparrudin bahwa sudah ratusan mesin beroperasi, aktivitas tambang ilegal kian masif, aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Tapan diduga melibatkan ratusan mesin robin yang telah dimodifikasi dan beroperasi secara besar-besaran di dalam kawasan hutan konservasi.
Meski sebelumnya tim dari Polsek Tapan bersama unsur TNI melalui Babinsa setempat telah melakukan razia ke lokasi, aktivitas PETI tersebut dilaporkan belum sepenuhnya berhenti. Bahkan, intensitas kegiatan diduga semakin menjadi-jadi. (***)

Updates.